JAUHARI samalanga

Beranda » NOSTALGIA » Ini Jazz Aceh, Teungku !

Ini Jazz Aceh, Teungku !

Rapai Pase 1Perlahan musik meloncat surut ke tujuh tahun silam. Nyawoung sebenarnya tembang etnik. Lagu yang liriknya bercerita tentang proses setelah kematian: permohonan jiwa untuk menyatu kembali, izin Tuhan, kondisi jasad setelah 44 hari di liang lahat dan sebuah memori pada zaman buruk saat musik itu diciptakan; Aceh yang berdarah.

Namun para musisi jazz Aceh itu sejenak melupakan kengerian, Nyawoung muncul dalam irama jazz yang mengalun, nada-nada mengalir, repetisi mencairkan kata-kata ngeri disetiap hentakan kaki. Dari tangan Muritza Thaher, musisi sekaligus arranger Aceh itu, instrumen lahir secara akrobatik. Mujibburrizal, anak Indrapuri, Aceh Besar yang kini salah satu vokalis grop nasyid Qatrunnada, Malaysia menyanyikan Nyawoeng dengan lembut, berbeda dari sang empunya sendiri, Muchlis yang meninggal saat gempa dan Tsunami meluluhkan Aceh Desember 2004 silam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: