JAUHARI samalanga

Beranda » GAYO DI HATI » “Konser Konsep Membangun Gayo” yang Dimuat Lintas Gayo

“Konser Konsep Membangun Gayo” yang Dimuat Lintas Gayo

logo-5-katagayoTakengon | Lintas Gayo – Para tokoh dan pemikir muda di Gayo akan menyumbang 5 konsep membangun dari berbagai disiplin ilmu yang dimiliki. Acara “5 Hal Penting Gayo” akan dikemas dalam bentuk “Konser Konsep Membangun Gayo” di Warung Apresiasi (Wapres) Jalan Mahkamah, Kota Takengon, Sabtu 12 Desember 2013, mulai pukul 20:00 WIB.

Koordinator acara Khalisuddin mengatakan acara ini lebih pada keseriusan para tokoh memberi sumbangsih pemikiran dalam bentuk yang sederhana, tetapi punya muatan ilmu yang kuat.

“Lima Konsep Membangun Gayo akan dibicarakan berdasarkan disiplin ilmu masing-masing, semisal Fikar W Eda, maka beliau akan memberikan masukan 5 konsep membangun kesenian di Gayo, karena Fikar W Eda seorang seniman, begitu pula untuk tokoh yang lain, akan memberikan 5 konsep,” jelas Khalis.

Kata Khalis, acara ini bukan berbentuk diskusi, tetapi lebih sebagai “Konser kata konsep Membangun Gayo”, dimana masing-masing tokoh tampil diselingi dengan musik dan puisi. “kita harapkan masukan-masukan dari tokoh muda ini bisa menjadi masukan kuat dalam membangun Gayo sebagai sinergi masyarakat dan pemerintah.” lanjut dia.

“Konser kata 5 konsep Membangun Gayo” direncanakan juga akan dipublis melalui media Online Lintas Gayo secara bergilir, dan diharapkan dapat membentuk forum yang menampung pemikiran membangun Gayo sesuai disiplin ilmu yang dimiliki. Acara direncanakan akan menampilkan para saint seni dan kebudayaan, pendidikan, kehutanan, sosial politik, dan perkebunan. (Atia)


Salman-YogaSALMAN YOGA : Pemerintah di Gayo Wajib Dukung Gerakan Seni Budaya

TAKENGON- Budayawan dan penyair Gayo Salman Yoga menilai pendokumentasian kebudayaan Gayo sangat penting dilakukan. Dia berharap ada kesadaran dari masyarakat dan pemerintah untuk mendukung upaya pendokumentasian budaya di Gayo.
“Siapapun orang Gayo wajib menulis tentang kebudayaannya,” kata Salman Yoga saat tampil pada Konser Konsep Membangun Gayo di Warung Apresiasi Takengon, Sabtu 12 Januari 2013 lalu.

Menurut dosen IAIN Ar-Raniry ini, sejak dulu kesenian dan kebudayaan Gayo punya peranan dalam mempublikasikan Gayo, termasuk peran memuluskan pembangunan di luar kekuatan anggaran pemerintah seperti pembangunan jembatan dan jalan.
“Di Gayo dulu seniman berperan mengumpulkan dana untuk membangun fasilitas umum,” kata Salman.

Untuk itu, kata Salman Yoga, kepala daerah wajib mendukung gerakan kebudayaan dan kesenian, paling tidak member dukungan pada penerbitan buku. “Kalau bupati di Gayo tidak memberi dukungan pada pendokumentasian ini, maka dia pemimpin yang sedang memiskinkan rakyat,” kata Salman.

Kepada bupati yang berada di kawasan Gayo, budayawan dan penulis buku ini meminta agar memperbayak even kesenian dan budaya, itu untuk menghindari onani culture. “Perbanyak even dan penghargaan, agar kebudayaan dan kesenian Gayo bersemangat lagi,” ujar Salman Yoga. (The Atjeh Post)

Iwan-HasriIWAN HASRI: Tiga Rekomendasi untuk Danau Lut Tawar

Takengon | Lintas Gayo – Seorang ahli lingkungan, Iwan Hasri yang menjadi pembicara dalam acara Konser Konsep Membangun Gayo, di Wapres Cafe, Sabtu (12/01/2013), mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya terkait Danau Lut Tawar, pihaknya mengeluarkan tiga rekomendasi yang harus segera dilakukan mengingat terancam punahnya ekosistem endemik danau kebanggaan masyarakat Gayo tersebut.

Dikatakan akademisi muda tanoh Gayo itu, ke-3 rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperlambat laju pencemaran di danau Lut Tawar.
“Penelitian yang saya lakukan dari kampus Gajah Putih Takengon, menghasilkan tiga buah rekomendasi”, kata Iwan Hasri.

Adapun ke-3 rekomendasi itu, Iwan memaparkan, perlunya dibuat suatu aturan untuk pemanfaatan Danau Lut Tawar, kedua menebar benih ikan yang sesuai dengan potensi pakan Danau Lut Tawar, ketiga domestifikasi ikan endemik danau Lut Tawar.
“Jangan menebar benih ikan yang tidak sesuai dengan potensi pakan di dalam danau, hal tersebut akan berakibat terjadinya dominasi ikan-ikan tertentu di danau, sehingga tidak tertutup kemungkinan ikan endemik akan terancam punah, karena pola makan yang sama”, jelas Iwan.

Iwan menambahkan, hingga saat ini sebanyak 547 masyarakat yang tinggal diseputaran danau tergantung kepada hasil penangkapan dari danau.
“Saat ini banyak yang menggantungkan hidup kepad danau, akan tetapi semakin hari stok ikan di danau Lut Tawar terus menurun”, pungkas Iwan. (Darmawan Masri)

fikarFikar W Eda: Dunia Membutuhkan Gayo

Penyair Fikar W Eda melihat gayo sebagai wilayah yang sempurna, karena Gayo berkarakter dunia. Dia katakan juga, kalau Gayo sudah mendunia, bahkan sebagiannya dunia membutuhkan Gayo.

Berikut beberapa hal Gayo yang telah dikenal dunia. Fikar W Eda menyampaikannya pada acara “Konser Konsep Membangun Gayo” yang digelar Lintas gayo di Warung Apresiasi (Wapres) Takengon, sabtu (12/1/2013) lalu. Berikut Gayo yang dikenal Dunia;

1. Kopi Gayo yang terkenal ke seluruh dunia

2. Saman Gayo yang mendapat pengakuan Badan Dunia UNESCO

3. Hutan Leuser sebagai paru-paru dunia

4. Ganja

5. Didong Gayo yang baru memecahkan rekor MURI

(atia)

khlaisKHALISUDDIN: 5 Pemikiran  untuk Gayo

TAKENGON – Penulis dan pemikir Gayo Khalisuddin menilai pembangun Gayo kedepan harus dilakukan dengan instensip oleh seluruh masyarakat Gayo yang tersebar di seluruh dunia. Salah satunya dengan membuka jejaring Gayo untuk mempermudah aktifitas demi aktifitas yang dilakukan.

Berikut 5 pemikiran Khalisuddin untuk Gayo yang dia sampaikan pada “Konser Konsep Membangun Gayo” di warung Apresiasi (Wapres) Takengon, Sabtu lalu (12/1).

1. Orang Gayo harus mencerdaskan diri

2. Potretlah Gayo dari berbagai sisi

3. Menggelar dan mengikuti Even bertarap dunia, seperti even sepeda untuk membuka jejaring.

4. Bersepakat memilih sosok legislatif asal Gayo yang Ikhlas, berfikir logis, mampu berbagi, berdaya tahan pada ancaman dan isue, dan mampu berbahasa selain berbahasa Gayo.

5. Orang gayo harus mampu membaca peluang.

armiadiKata Ahli Kopi Armiadi: Jadi Petani Kopi Dianggap Kerja Buangan

TAKENGON – Penguji Kualitas Kopi asal Gayo Armiadi mengkuatirkan generasi petani kopi di Gayo akan punah, karena petani kopi di Gayo tidak membolehkan anaknya jadi petani, karena dianggap pekerjaan petani sebagai pekerjaan buangan

“Dikatakan bekerja kalau sebagai pegawai negeri sipil atau pekerjaan yang digaji,” kata Armiadi pada acara “Konser Konsep Membangun Gayo” yang di gelar media Online Lintas Gayo di Warung presiasi (Wapres) Kota Takengon, Sabtu malam lalu, 12 Januari 2013.

Pengurus Koperasi Baburayan ini menyebutkan, hasil penelitian yang mereka lakukan menggambarkan kalau pendapatan petani kopi di Gayo berkisar Rp.60 juta – Rp 150 juta pertahun,namun pengangguran masih tinggi. Tetapi untuk minat mempelajari tentang kopi juga tidak mau.

“Beberapa waktu lalu Koperasi Baburayan membuka lowongan perkerjaan, tapi sampai sekarang tidak ada yang melamar hanya gara-gara bahasa inggris,” katanya.

Padahal, mendalami soal kopi sangat penting bagi orang Gayo, karena kopi Gayo merupakan kopi yang punya segala citarasa kopi dunia, ini memberi prospek cerah. “Orang Gayo harus menghilangkan anggapan bekerja bekerja sebagai petani hanya sebagai pembuangan,” ujar Armiadi.(atia)
sofyanSOFYAN GRIANTARA: 5 Konsep Hubungan Gayo dengan Perbankan 

Pelaku Perbankan asal Gayo Sofyan griantara menilai, orang Gayo sangat sulit bermain dengan perbankan, kalaupun ada maka kreditnya macet. Di Takengon, kata Sofyan, yang menakses perbankan kebanyakan mereka yang berasal dan non Gayo seperti masyarakat Padang, Aceh, dan China. Sementara orang Gayo “macet”.

“Jadi jangan salahkan perbankan di Takengon kalau kredit yang dia berikan bukan kepada orang Gayo, karena orang gayo kebanyakan macet,” kata Sofyan.

Bberikut 5 konsep Sofyan dari sisi perbankan yang dia sampaikan pada malam “Konser Konsep Membangun Gayo”;

1. Harus mengenalprofile bisnis perbankan.

2. Memiliki salah satu potensi ekonomi yang marketeble.

3. Mempersiapkan legalitas Yuridis formal.

4. Menjaga karakter dan disiplin terhadap komitmen perbankan

5. membangun jaringan atau network komunitas bisnis.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: